β¨ RENUNGAN HARIAN β¨
βοΈ GBI IFLC TANGERANG
ποΈ Kamis, 14 Mey 2026
π― TEMA
KENAIKAN TUHAN YESUS: KENAIKAN YESUS MEMURNIKAN HATI NURANI SEMUA ORANG PERCAYA
π Pembacaan Firman
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." (Kisah Para Rasul 1:9-11).
π Pembahasan
Kenaikan Tuhan Yesus ke surga adalah tanda kemenangan-Nya atas dosa dan maut. Yesus naik ke surga setelah menyelesaikan karya keselamatan bagi manusia. Namun kenaikan-Nya bukan berarti Ia meninggalkan umat-Nya, melainkan Ia memanggil kita untuk hidup benar dengan hati nurani yang murni.
Dalam Kisah Para Rasul 1:9-11 menunjukan bahwa ketika Tuhan Yesus selesai berbicara kepada murid-murid-Nya, Ia terangkat ke surga dan tertutup oleh awan di depan mata mereka. Murid-murid hanya bisa melihat ke atas dengan penuh takjub. Lalu dua malaikat berkata bahwa Yesus yang naik ke surga itu akan datang kembali dengan cara yang sama.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa kenaikan Yesus bukan sekadar perpisahan, tetapi tanda bahwa karya keselamatan-Nya sudah selesai dan Ia dimuliakan di surga. Murid-murid kemudian belajar untuk tidak hanya terpaku melihat ke atas, tetapi berusaha untuk menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab dari Tuhan Yesus di bumi dengan hati yang murni dibawah pimpinan kuasa oleh Roh Kudus.
Oleh karena itu dapat kita pahami bahwa kenaikan Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa Kristus sekarang duduk di sebelah kanan Allah sebagai Pembela bagi orang percaya. Artinya, kita tidak lagi hidup di bawah penghukuman dosa, tetapi dipanggil untuk hidup dalam pertobatan dan ketulusan hati.
Dalam Ibrani 9:14 berkata bahwa darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia. Artinya, orang yang percaya kepada Yesus harus hidup dalam kejujuran, ketulusan, dan pertobatan. Hati nurani yang murni terlihat dari hidup yang takut akan Tuhan, berkata benar, dan menjaga hidup dari dosa.
Di zaman sekarang banyak orang kehilangan kepekaan hati nurani. Kebohongan dan kemunafikan dianggap biasa. Tetapi sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup berbeda karena Tuhan Yesus sudah dimuliakan di surga dan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita.
Oleh karena itu melalui kenaikan Yesus Kristus mengajarkan setiap orang percaya bahwa Tuhan Yesus telah menang atas dosa dan maut serta dimuliakan di surga. Melalui karya keselamatan-Nya, hati nurani orang percaya dimurnikan untuk hidup dalam kebenaran, kejujuran, dan kekudusan. Sebab itu sebagai orang percaya kita dipanggil untuk tidak hidup dalam dosa, tetapi hidup dipimpin oleh Roh Kudus sambil menantikan kedatangan Tuhan kembali
ποΈ Perenungan
- Apakah saya telah menyediakan waktu yang terbaik untuk Tuhan di pagi hari ini?
- Setelah mengetahui bahwa Tuhan Yesus sudah naik ke surga dan menang atas dosa, apakah hidup kita sudah benar-benar mencerminkan kemenangan itu.?
- Apakah hati kita masih menyimpan kebohongan, kepahitan, atau dosa yang belum diselesaikan di hadapan Tuhan.?
π― Penerapan
"Pesan pada hari ini : Kenaikan Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa hidup orang percaya bukan hanya memikirkan dunia, tetapi hidup yang dipimpin Roh Kudus dan berkenan kepada Tuhan.."
β¨ Quotes
“Kenaikan Tuhan Yesus bukan hanya tentang Dia naik ke surga, tetapi tentang bagaimana kita belajar hidup benar di bumi dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan”
π Doa & Permohonan
Bapa yang baik, terima kasih atas Firman-Mu hari ini. Mengajari kami untuk mengerti bahwa engkau naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kami orang yang percaya kepadaMu.. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin..
π Ayat Pedoman
"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."
— Yosua 1:8